Heca Library: Nasional Selamat Datang Di Website Heca Library Dapatkan Informasi-Informasi Menarik Dan Berbagai Bahan Bacaan Mengenai Perkembangan Perpustakaan Yang Tentunya Sangat Bermanfaat Bagi Anda
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2016

Sebanyak 7.976 buku berbagai judul yang dipinjam oleh 5.516 orang belum juga kembali ke rak buku Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur. Mayoritas peminjam yang belum mengembalikan buku itu adalah mahasiswa.

Berdasarkan daftar detil tagihan keterlambatan pengembalian koleksi buku yang dipampang di website resmi milik Perpustakaan Kota Malang, buku terlama yang belum dikembalikan dipinjam adalah 14 April 2008. Padahal, batas peminjaman buku di perpustakaan itu hanya 14 hari.

Kepala Perpustakaan Kota Malang, Endang Soejatikah menyebut secara filosofi buku yang belum dikembalikan oleh peminjam itu bukan berarti hilang, lantaran data identitas diri peminjam masih tercatat.

"Kalau hilang itu musnah dikarenakan terbakar atau kebanjiran. Buku–buku itu hanya belum dikembalikan saja, secara filosofi buku itu tetap termanfaatkan oleh pembacanya," kata Endang di Malang, Rabu, 5 Oktober 2016.

Pihak perpustakaan Kota Malang tak bisa mendatangi satu per satu alamat peminjam buku lantaran keterbatasan jumlah petugas. Namun, petugas tetap rajin berkirim pesan pendek ke nomor telepon seluler para peminjam buku tersebut.

Endang yakin peminjam yang berdomisili di Malang bakal mengembalikan buku meski dalam waktu yang lama. "Kalau pun tidak kembali, berarti buku itu termanfaatkan oleh pembacanya. Artinya, buku yang tak kembali itu investasi sebagai penambah indeks pembangunan manusia," ujar Endang. Nilai Denda Keterlambatan Turun
Pustakawan Perpustakaan Kota Malang, Santoso Mahargono mengatakan, siapapun bisa meminjam buku di perpustakaan kota dengan syarat menjadi daftar jadi anggota. Mahasiswa adalah peminjam yang paling sering terlambat atau bahkan tak mengembalikan buku.

"Cari buku di perpustakaan kampus mereka tak ada, pinjam di perpustakaan kota dan mengembalikannya bisa satu semester kemudian atau bahkan setelah lulus," ucap Santoso.

Ia menuturkan pernah suatu ketika seorang mahasiswa kedokteran mengembalikan buku setelah hampir 10 tahun. Mahasiswa itu telah praktik sebagai dokter di Kalimantan dan saat datang ke Jawa, ia sengaja mampir mengembalikan buku setelah membayar denda.

Perpustakaan Kota Malang kini mengubah sistem administrasi untuk denda keterlambatan pengembalian. Sebelumnya hanya dibebankan sebesar Rp 500 per hari keterlambatan untuk satu judul buku. Sejak awal 2016, peraturan Wali Kota Malang mengatur denda maksimal sebesar Rp 15 ribu.

"Sebelumnya kalau terlambat mengembalikan sampai tahunan, bisa sampai jutaan harus bayar denda satu buku. Tapi sekarang tak terlalu besar dendanya. Ini upaya agar peminjam tak takut denda kalau mau mengembalikan buku," kata Santoso.

Secara keseluruhan, koleksi buku di Perpustakaan Kota Malang sebanyak 198.000 eksemplar dengan 98.000 judul. Tiap tahun selalu ditambah 4.000 eksemplar buku dengan 1.000 judul. Jumlah kunjungan di perpustakaan ini rata–rata sebanyak 600-700 orang per hari dan bisa sampai 1.000 orang per hari saat akhir pekan.

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/2619372/7976-buku-perpustakaan-malang-belum-kembali-denda-malah-turun
Baru-baru ini sempat viral sebuah pejuang literasi yang menjadikan angkotnya menyediakan buku-buku bacaan. Atau disebut juga perpustakaan angkot. Bagaimana kisahnya?
Berikut ini merupakan kisah perpustakaan angkot sebagaimana kami kutipkan langsung dari detik.com [17/10/16]

Pasangan suami-istri di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat pujian di media sosial (medsos). Bagaimana tidak? Mereka menggagas ide membuat perpustakaan kecil di dalam angkot. Seperti apa?
Adalah Elis Ratna Suminar (30) yang pertama kali memposting hal ini di akun Facebook-nya seperti dilihat detikcom, Senin (17/10/2016). Dia dan suaminya seorang sopir angkot bernama Muhammad Pian Sopian (38) bersama-sama menggagas ide membuat angkot pustaka.

Di Facebook-nya, Elis tampak mengunggah foto-foto sebuah angkot warna hijau jurusan Soreang-Leuwi Panjang. Di bagian belakang angkot itu, tampak sebuah rak kecil berisi buku-buku bacaan.
Bukunya beragam, mulai dari novel, cerita fiksi dan ilmiah, buku agama dan lainnya. Di kaca angkot di atas rak buku itu, ada tulisan ‘baca buku gratis’.

“Daripada mengeluh karena macet di seputar Jalan Raya Kopo Leuwi panjang, yuk naik angkot, sambil membaca buku gratis tidak dipungut biaya,” tulis Elis. “Super terima kasih untuk suamiku, yang telah sama-sama bergerak dalam mewujudkan mimpi. Demi Bandung yang Literat,” sambungnya.

Postingan Elis ini pun langsung menjadi viral di medsos. Banyak netizen yang memuji kreativitas pasangan ini dalam menumbuhkan minat baca warga Kabupaten Bandung. Tak sedikit yang mengungkap terharu melihat kepedulian keduanya.
Viral di Medsos, Suami-Istri Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di AngkotFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)
Dihubungi detikcom lewat telepon pagi ini, Elis tak menyangka idenya bersama suami itu akan mendapat sambutan positif. Menurutnya, angkot pustaka itu sudah sekitar 2 bulan ini berjalan.
Viral di Medsos, Suami-Istri Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di AngkotFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)
“Itu sudah visi misi kita berdua sejak lama. Baru belakangan ini bisa terwujud,” ujarnya.
Dikisahkan Elis, suaminya ingin membuat perpustakaan mini di angkot karena terinspirasi dirinya. Elis sehari-hari memang bekerja sebagai pustakawati di SDN Cisalak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Elis juga sudah lama menjalankan program perpustakaan keliling menggunakan sepeda motornya dari desa ke desa.
Viral di Medsos, Suami-Istri Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di AngkotFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)
“Kata suami saya, ‘kenapa teteh saja yang bergerak. Saya juga mau terlibat, biar masyarakat minat bacanya tinggi’,” ujar Elis menirukan ucapan suaminya saat itu.
Menurut Elis, dengan adanya buku-buku bacaan di dalam angkot suaminya itu mendapat respons positif dari masyarakat. Para penumpang angkot menurutnya sangat senang karena bisa membaca buku selagi di dalam angkot, apalagi saat terjebak kemacetan.
Viral di Medsos, Suami-Istri Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di AngkotFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)
“Bahkan beberapa kali ada penumpang yang kebablasan turunnya karena keasyikan membaca,” ujarnya seraya tertawa. Elis mengatakan, setiap hari koleksi buku di dalam angkot suaminya selalu diganti agar penumpang tidak bosan. Bahkan pernah pula ada penumpang yang memesan agar dibawakan buku bacaan tertentu.
Diberdayakan oleh Blogger.
" + "ipt>");}